"AKU" Agen Perubahan
Apa yang dimaksud dengan agen perubahan? Agen perubahan adalah seseorang atau sekelompok orang yang melakukan perubahan tidak hanya dari satu sisi. Misalnya perubahan sosial, dimulai dari sebuah langkah kecil yang terencana, terstruktur dan terarah untuk dapat diimplementasikan langsung, sehingga dari sebuah langkah kecil tersebut dapat menghasilkan perubahan yang berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat. Sependapat dengan Havelock (1973), agen perubahan adalah orang yang membantu terlaksananya perubahan sosial atau suatu inovasi berencana. Menurut Nasution (1990), Pengenalan dan kemudian penerapan hal-hal, gagasan-gagasan, dan ide-ide baru tersebut yang dikenal dengan sebagai inovasi, dilakukan dengan harapan agar kehidupan masyarakat yang bersangkutan akan mengalami kemajuan.
Sebagai salah satu dari agen perubahan, saya mengawalinya dengan melakukan perubahan kecil pada diri sendiri seperti melakukan kegiatan yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Mengapa saya ingin melakukan perubahan? Karena seseorang yang berstatus mahasiswa seharusnya menjadi Agent of Change yang dapat melakukan perubahan untuk diri sendiri dan orang lain. Maka dari itu saya tidak bisa terus-menerus berada di “Zona Nyaman”, karena itu akan menghambat diri saya untuk menjadi lebih aktif dan berkembang.
Setelah melakukan perubahan untuk diri sendiri, saya mulai mencoba melakukan perubahan terhadap orang lain. Hal yang pertama kali dilakukan yaitu ikut ke dalam organisasi internal yang ada di kampus dan bergabung dalam kepanitiaan dengan program “Pengabdian Masyarakat”. Program tersebut merupakan kegiatan wajib yang diadakan setiap tahunnya yaitu dengan terjun langsung mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari agar dapat diterapkan di lingkungan masyarakat.
Dalam program pengabdian masyarakat, kami mencari sebuah desa yang sekiranya sangat jauh dari perkotaan, salah satunya Kampung Mulyasari. Kampung tersebut berada di Desa Sukamulya, kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Kemudian kami mulai mengumpulkan informasi mengenai desa tersebut. Perjalanan menuju desa tersebut melewati akses yang sangat sulit ditempuh menggunakan kendaraan roda dua, karena bentuk jalan yang masih hanya jalan setapak dan tanah berlumpur. Terlebih lagi desa tersebut terletak dibalik bukit dan membutuhkan waktu selama kurang lebih tiga jam untuk sampai di Kampung Mulyasari.
Setelah mendapatkan beberapa informasi, kami mulai membuat sebuah rencana untuk meningkatkan kesejahteraan di Kampung Mulyasari. Rencana yang dibuat dibentuk dalam beberapa aspek, yaitu; 1) Aspek Pendidikan. Dibuat taman baca dan melakukan pengajaran di SD setempat. Bertujuan untuk menumbuhkan minat membaca pada anak-anak kampung tersebut; 2) Aspek Kesehatan. Melakukan pengecekan kesehatan pada masyarakat setempat dan memberikan penyuluhan pola hidup bersih sehat sehingga masyarakat dapat memiliki pola hidup yang sehat; 3) Aspek Keagamaan. Kami membuat lomba mengaji, menggambar kaligrafi, dan adzan kepada anak-anak agar mereka lebih menyukai dan mencintai agamanya. Selain itu, kami juga menyampaikan aspirasi masyarakat Kampung Mulyasari kepada pemerintah setempat mengenai akses jalan yang tidak kunjung diperbaiki dan kampung tersebut juga memiliki potensi akan biji kopi namun tidak mampu untuk mengolahnya karena tidak memiliki alat untuk mengolah biji kopi tersebut.
Setelah rencana yang kami buat telah terlaksana, sekarang jalan menuju Kampung Mulyasari sudah mulai diperbaiki dan pemerintah setempat sudah memberikan bantuan berupa alat untuk mengolah biji kopi yang merupakan potensi sebagai salah satu mata pencaharian masyarakat di kampung tersebut. Oleh karena itu, “saya percaya dengan memulai perubahan dari sekecil mungkin akan membuat perubahan yang berdampak besar bagi diri sendiri maupun orang lain”.
Komentar
Posting Komentar